Yah Celong, kawasan pantai di sisi utara Gringsing Kabupaten Batang, saat kami bisa menjangkaunya. Keindahan pantai ini terkadang dikalungi suara deru kereta api yang melintas.
Memang, tak jauh dari pantai ini adalah termasuk jalur kereta api. Saat jam kereta lewat, kita bisa mengkolaborasikan kereta api
dengan kedalaman pantai Celong.
Dan tengoklah pagi di kawasan pantai ini...indah dan damai. Sepanjang kami menelusuri kawasan ini, hanya deru ombak yang menemani kami.

Jam 5.45 saat kereta pertama melintas pagi ini. Dan momen ini pun tak luput untuk kami abadikan.
Selamat pagi keretaku

Sekitar pukul 7 kurang, kami pun kembali berjumpa kereta dari sisi barat. Kereta api Kaligung, jurusan Semarang-Tegal melintas tepat dihadapan kami.

Dan perjalanan kami pun tak hanya berhenti sampai disini.
Sisi barat kawasan stasiun Plabuhan (4 mdpl) lebih tepatnya kami berada, coba juga untuk kami gali keindahannya.
Tak jauh beda memang, hamparan pantai dan cincin rel kereta tetep menghiasi kawasan pantai ini.

Tak jauh dari tempat ini, terdapat juga perkampungan nelayan. Tak banyak aktifitas yang terekam saat kami menginjakan kaki disitu. Hanya kumpulan kapal-kapal nelayan yang tak melaut, sore itu tertambat di labuhan.

Mentari semakin pelan menuju ufuk barat, dan kami pun mengakhiri perjalanan 2 hari kami disini. Sesaat sebelum mentari tenggelam.

Celong, Manikam Dari Pantura
All photo support by arief setiaji
Photo taken by :
Nikon D70 with 18-55 DX lens, P121 filter and Infrared filter



















